Ads 468x60px

1

Kamis, 10 November 2011

MAKALAH KIMIA


UNSUR-UNSUR GOLONGAN VI A (OKSIGEN)

Diajukan untuk melengkapi tugas mata pelajaran Kimia
















Disusun Oleh :

Kelompok 5

Nama anggota :
1. Humam Nuralam
2. Naomi Octavia
3. Nia Fauziah
4. Merry Nurlitasari
5. Teddy Khairul Jamil

Kelas : XII IPA 7





DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUBANG
SMA NEGERI 1 SUBANG
Jalan Ki Hajar Dewantara No. 14 A Subang 41212
Telp. (0260) 411402 Faks. (0260) 418196 e-mail : info@sman1subang.sch.id
2011


KATA PENGANTAR

        Puji syukur kami panjatkan ke khadirat Allah SWT karena atas nikmat dan karunia-Nya kepada kita semua sehingga makalah dengan judul “Unsur-unsur golongan VIA (Oksigen)” ini dapat selesai tepat pada waktunya.
       Dalam penyusunan makalah ini banyak sekali hambatan yang kami hadapi, namun kami mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini, yaitu :

  1. Bapak Agus Shalihin, S. Pd, M. P. Kim, selaku guru mata pelajaran kimia kelas XII yang telah membimbing dalam pembuatan makalah ini.
  2. Kedua orangtua yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini.
  3. Seluruh siswa dan siswi XII Alam 7.
  4. Dan seluruh pihak yang telah membantu
      Kami berharap makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi para pembaca, sehingga maksud dan tujuan kami dapat tersampaikan.
    Kami menyadari dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari sempurna oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun terhadap makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.


Subang, 15 Oktober 2011

Penyusun


DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR 1
DAFTAR ISI 2

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang 4
B. Rumusan masalah 4
C. Tujuan 4
D. Manfaat 4

BAB II PEMBAHASAN
Oksigen 5
A. Pengertian 5
B. Sifat fisik dan kimia 6
C. Reaksi Oksigen 7
D. Keberadaan di alam 9
E. Kegunaan 9
Belerang 10
A. Pengertian 10
B. Sifat fisik dan kimia 10
C. Reaksi Belerang 11
D. Keberadaan di alam 12
E. Kegunaan 13
Selenium 14
A. Pengertian 14
B. Sifat fisik dan kimia 14
C. Reaksi Selenium 15
D. Keberadaan di alam 17
E. Kegunaan 17
Telurium 18
A. Pengertian 18
B. Sifat fisik dan kimia 18
C. Reaksi Telurium 20
D. Keberadaan di alam 20
E. Kegunaan 20
Polonium 21
A. Pengertian 21
B. Sifat fisik dan kimia 21
C. Reaksi Polonium 22
D. Keberadaan di alam 23
E. Kegunaan 23
Ununhexium 24
A. Pengertian 24
B. Sifat fisik dan kimia 25
C. Reaksi Ununhexium 26
D. Keberadaan di alam 26
E. Kegunaan 27

BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan 28
B. Saran 28

DAFTAR PUSTAKA 29




BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar belakang

      Golongan oksigen merupakan unsur-unsur golongan VI A dalam sistem periodik. Unsur-unsur yang terdapat dalam golongan VI A (Oksigen) adalah Oksigen, Belerang, Selenium, Telurium, Polonium dan Ununhexium. Golongan VI A (Oksigen) merupakan suatu unsur yang sangat reaktif. Serta memiliki kulit luar sebesar np4. Unsur-unsur pada golongan Oksigen memiliki elektron valensi berjumlah 6. Titik didih dari unsur oksigen sampai dengan polonium yaitu semakin besar. Serta titik lebur dari oksigen sampai dengan polonium semakin besar. Dan juga memiliki massa jenis dari oksigen sampai polonium semakin besar. Serta mempunyai biloks yang hampir sama yaitu -2, 4, dan 6.
        Unsur-unsur golongan VI A (Oksigen) atau sering juga disebut golongan kalkogen adalah unsur kimia dalam sistem tabel periodik IUPAC terletak pada urutan ke 16. Golongan oksigen dapat dengan mudah bereaksi dengan hampir semua unsur lainnya. Pada Temperatur dan tekanan standar, unsur ini akan berikatan berikatan. Golongan oksigen merupakan unsur paling melimpah ketiga di alam semesta berdasarkan massa dan unsur paling melimpah di kerak Bumi.
       Semua kelompok molekul struktural yang terdapat pada organisme hidup, seperti protein, karbohidrat, dan lemak, hampir mengandung unsur-unsur yang terdapat dalam golongan VI A (Oksigen). Demikian pula senyawa anorganik yang terdapat pada cangkang, gigi, dan tulang hewan.
      Unsur-unsur golongan VI A (Oksigen) banyak digunakan dalam produksi baja, plastik, dan tekstil dan juga digunakan sebagai propelan roket, untuk tempi oksigen, dan sebagai pendukung kehidupan pada pesawat terbang, kapal selam, penerbangan luar angkasa, dan penyelaman.
     Oleh karena itu untuk lebih jelasnya tentang golongan VI A (Oksigen) , dalam makalah ini kami akan membahas tentang pengertian, sifat fisik dan kimia, kegunaan dan keberadaan di alam. 

  1. Rumusan masalah

     Berdasarkan latar belakang di atas maka yang menjadi rumusan masalah dalam makalah ini yaitu apakah perbedaan pengertian, sifat fisik dan kimia, keberadaan di alam dan kegunaan unsur-unsur golongan VI A (Oksigen)?

  1. Tujuan

Adapun tujuan penulisan makalah ini yaitu :
Untuk memenuhi tugas mata pelajaran kimia tentang Kimia Unsur.
Supaya pembaca khususnya para pelajar dapat memahami tentang perbedaan pengertian, sifat fisik dan kimia, keberadaan di alam dan kegunaan unsur-unsur golongan VI A (Oksigen).

  1. Manfaat

    Dapat mngetahui tentang perbedaan pengertian, sifat fisik dan kimia, keberadaan di alam dan kegunaan unsur-unsur golongan VI A (Oksigen) dalam kehidupan sehari-hari.


BAB II
PEMBAHASAN

OKSIGEN
Pengertian

Oksigen atau zat asam adalah unsur kimia dalam sistem tabel periodik yang mempunyai lambang O dan nomor atom 8. Oksigen merupakan unsur golongan kalkogen dan dapat dengan mudah bereaksi dengan hampir semua unsur lainnya dan berubah menjadi oksida. Pada Temperatur dan tekanan standar, dua atom unsur ini berikatan menjadi dioksigen, yaitu senyawa gas diatomik dengan rumus O2 yang tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau.
Oksigen ditemukan oleh Carl William Scheele (SE) pada tahun 1772. Asal usul nama berasal dari kata Yunani yang berarti gen oxy asam dan membentuk (asam mantan). Seorang ahli bernama Priestley dipuji karena penemuannya, meski Scheele juga menemukan oksigen secara bebas.
Selama beberapa abad, para ahli terkadang menyadari bahwa udara terdiri lebih dari satu komponen. Sifat oksigen dan nitrogen sebagai komponen udara mengarah pada pengembangan teori flogiston pada proses pembakaran, yang sering terpikir oleh para ahli kimia selama satu abad. Oksigen telah dibuat oleh beberapa ahli, termasuk Bayen dan Borch, tetapi mereka tidak tahu cara mengumpulkannya. Mereka juga tidak mempelajari sifat-sifatnya dan tidak mengenali oksigen sebagai unsur dasar.
Dahulu bobot atom oksigen digunakan sebagai standar pembanding untuk unsur yang lain, hingga pada tahun 1961, ketika IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry) menggunakan atom karbon 12 sebagai standar pembanding yang baru.
Sifat dari oksigen yaitu tidak berbau, tidak berasa dan tidak berwarna. Dalam bentuk cair dan padat, oksigen berwarna biru pucat dan merupakan paramagnetik yang kuat. Oksigen sangat reaktif, adalah komponen ratusan ribu senyawa organik dan dapat bergabung dengan kebanyakan unsur.
Oksigen memiliki 9 isotop. Oksigen alami adalah campuran dari 3 isotop. Oksigen berbobot aatom 18 yang terdapat di alam bersifat stabil dan tersedia untuk keperluan komersial, seperti dalam air (H2O dengan kandungan isotop 18 sebanyak 15%). Konsumsi oksigen komersial di Amerika Serikat diperkirakan mencapai 20 juta ton per tahun dan diperkirakan akan terus meningkat.
Pemisahan udara (destilasi) menghasilkan gas dengan kemurnian 99%, sedangkan elektrolisis hanya 1%. Bentkuk lain dari oksigen adalah Ozon (O3). Merupakan senyawa yang sangat aktif, dihasilkan dari pelepasan muatan elektris (kilat) atau penyinaran sinar Ultraviolet terhadap oksigen. Keberadaan ozon di atmosfer (dengan jumlah yang sebanding dengan ketebalan lapisan 3 mm dengan kondisi tekanan dan suhu yang luar biasa) mencegah sinar Ultraviolet yang berbahaya dari matahari sebelum mencapai permukaan. Pencemaran udara di atmosfer dapat merusak lapisan ozon ini. Ozon bersifat racun dan tidak boleh terpapar dengan ozon melebihi kadar 0.2 mg/m (8 jam kerja rata-rata-40 jam per minggu). Ozon yang masih pekat memiliki warna hitam kebiru-biruan dan ozon padat berwarna hitam ungu.

Sifat fisik dan kimia

No. SIFAT NAMA UNSUR
Oksigen
1. Lambang O
2. Nomor atom 8
3. Nomor massa (amu) 15,99
4. Konfigurasi elektron 1s^2 2s^2
〖4p〗^4
5. Bentuk gas
6. Jari-jari atom (Å) 152
7. Energi ionisasi (kJ/mol) 1313,9
8. Titik leleh (°C) -218,4
9. Titik didih
(°C) 183, 02
10. Warna tidak berwarna
11. Volum (cm^3/mol) 14
12. Kepadatan 1,429
13. Jumlah proton/ elektron 8
14. Jumlah neuron 8
15. Struktur kristal kubik
16. IUPAC 16
17. Golongan gbkyu
18. Periode 2
19. Klasifikasi non logam
20. Sifat megnetik paramagnetik
21. Elektronegatifas 3,44
22. Bilangan Oksidasi -2, -1





Reaksi Oksigen
Reaksi masing-masing Logam dengan Oksigen

Lithium
Lithium akan terbakar dengan nyala merah terang jika dipanaskan di udara. Logam ini bereaksi ini dengan oksigen dalam udara menghasilkan lthium oksida yang berwarna putih. Jika bereaksi dengan oksigen murni, nyala biasanya lebih terang.

Natrium
Potongan-potongan kecil natrium terbakar di udara dan sering menimbulkan nyala yang sedikit lebih terang dari warna orange. Jika jumlah natrium yang lebih besar digunakan atau jika dibakar di dalam oksigen maka akan menghasilkan nyala orange yang cemerlang. Terbentuk campuran padatan antara oksida dan natrium peroksida.
Persamaan reaksi untuk pembentukan oksida sederhana mirip dengan yang terjadi pada lithium.

Persamaan reaksi peroksida adalah:

Kalium
Potongan-potongan kecil kalium yang dipanaskan di udara cenderung hanya melebur dan dengan cepat kembali menjadi campuran kalium peroksida dan kalium superoksida tanpa ada nyala yang terlihat. Jika potongan-potongan kalium yang lebih besar dipanaskan, maka akan terbentuk nyala berwarna pink kebiru-biruan.
Persamaan reaksi untuk pembentukan peroksida tepat seperti yang terjadi pada natrium di atas:

dan untuk superoksida, memiliki persamaan reaksi:

Rubidium and cesium
Kedua logam ini terbakar di udara dan menghasilkan superoksida yaitu RbO2 and CsO2. Persamaan reaksinya sama seperti persamaan reaksi untuk kalium.
Beberapa sumber menyebutkan bahwa kedua superoksida ini berwarna orange atau kuning. Salah satu situs utama menyebutkan superoksida rubidium berwarna coklat tua pada salah satu halaman webnya dan berwarna orange pada halaman web lainnya.
Nyala yang terbentuk saat reaksi terjadi belum dicermati lebih lanjut. Anda tidak bisa memastikan bahwa nyala yang timbul dari pembakaran logam akan sama dengan warna nyala dari senyawa-senyawanya.
Reaksi Oksida

Oksida-oksida sederhana, X2O
Reaksi dengan air
Oksida-oksida dasar yang sederhana jika bereaksi dengan air akan menghasilkan hidroksida logam.
Sebagai contoh, lithium oksida bereaksi dengan air menghasilkan larutan lithium hidroksida yang tidak berwarna.

Reaksi dengan asam-asam encer
Oksida-oksida sederhana ini semuanya bereaksi dengan asam menghasilkan garam dan air. Sebagai contoh, natrium oksida akan bereaksi dengan asam hidroklorat encer menghasilkan larutan natrium klorida yang tidak berwarna dan air.

Peroksida, X2O2
Reaksi dengan air
Jika reaksi berlangsung pada suhu dingin (dan suhu dipertahankan sehingga tidak meningkat walaupun reaksi-reaksi ini sangat bersifat eksotermis), maka akan terbentuk hidroksida logam dan hidrogen peroksida.

Jika suhu meningkat (sebagaimana yang akan terjadi kecuali jika peroksida dimasukkan ke dalam air dengan sangat dan sangat perlahan), maka hidrogen peroksida yang dihasilkan akan terdekomposisi menjadi air dan oksigen. Reaksi ini bisa berlangsung sangat hebat.
Reaksi dengan asam-asam encer
Reaksi-reaksi peroksida dengan asam-asam encer lebih bersifat eksotermis dibanding reaksi peroksida dengan air. Pada reaksi ini terbentuk garam dan hidrogen peroksida. Hidrogen peroksida akan terdekomposisi menghasilkan air dan oksigen jika suhu meningkat – lagi-lagi, peningkatan suhu ini hampir tidak bisa dihindari. Reaksi yang hebat pun terjadi.

Superoksida, XO2
Reaksi dengan air
Reaksi superoksida dari Golongan 1 dengan air akan membentuk hidroksida logam dan hidrogen peroksida, tapi gas oksigen juga dilepaskan. Sekali lagi, reaksi-reaksi ini sangat eksotermis dan panas yang dihasilkan tidak dapat dihindarkan mendekomposisi hidrogen peroksida menjadi air dan oksigen. Lagi-lagi, reaksi ini berlangsung hebat.

Reaksi dengan asam-asam encer
Reaksi peroksida dengan asam-asam encer bahkan lebih bersifat eksotermis dibandnig reaksinya dengan air. Pada reaksi ini terbentuk sebuah larutan yang mengandung garam dan hidrogen peroksida bersama dengan gas oksigen. Hidrogen peroksida kembali terdekomposisi menghasilkan air dan oksigen apabila suhu meningkat. Reaksi ini berlangsung hebat.

Reaksi unsur-unsur Golongan 1 dengan klorin
Pembahasan tentang reaksi unsur Golongan 1 dengan klorin dimasukkan di dalam halaman ini karena adanya kemiripan antara reaksi logam-logam Golongan 1 dengan klorin dan dengan oksigen.
Sebagai contoh, natrium akan terbakar dengan nyala orange terang jika bereaksi dengan klorin, persis seperti ketika bereaksi dengan oksigen murni. Unsur-unsur lain juga berperilaku sama terhadap kedua gas ini.
Baik pada raksi dengan oksigen maupun degan klorin, terdapat residu padat berwarna putih yang merupakan klorida sederhana, XCl. Tidak ada yang rumit dengan reaksi-reaksi ini.


Keberadaan di alam

  1. Oksigen dapat dihasilkan oleh tumbuhan dalam proses fotosintesis.
  2. Dapat ditemukan berlimpah di sekitar matahari.
  3. Merupakan unsur gas yang menyusun 21% volume atmosfer dan dapat diperoleh dengan cara pencairan dan penyulingan bertingkat.
  4. Terdapat dalam kandungan 49,2% berat pada lapisan kerak bumi.
  5. Di dalam laboratorium, oksigen dapat dibuat dengan elektrolisis air atau dengan memanaskan KClO3 dengan MnO2 sebagai katalis.

Kegunaan
  1. Merupakan unsur utama yang diperlukan oleh makhluk hidup dalam bernapas.
  2. Penggunaan oksigen pada tungku peleburan baja merupakan penggunaan tertinggi dalam jumlah yang banyak diperlukan pada proses pembuatan gas ammonia, metanol, etilen oksida dan pengelasan oksi-asetilen.
  3. Dapat digunakan sebagai alat bantu pernapasan bagi penderita asma.
  4. Membantu dalam proses pembakaran.
  5. Berperan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup.
  6. Digunakan dalam produksi baja, plastik, dan tekstil,
  7. Sebagai pendukung kehidupan pada pesawat terbang, kapal selam, penerbangan luar angkasa, dan penyelaman.


BELERANG
Pengertian

          Belerang atau sulfur adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang S dan nomor atom 16. Belerang merupakan Zat padat (solid) serta memiliki Bentuk non logam yang tidak berbau dan multivalent.
         Di alam belerang dapat ditemukan sebagai unsur murni atau sebagai mineral-mineral sulfide dan sulfate.
Belerang berwarna kuning pucat, padatan yang rapuh, yang tidak larut dalam air tapi mudah larut dalam CS2 (karbon disulfida). Dalam berbagai bentuk, baik gas, cair maupun padat, unsur belerang terjadi dengan bentuk alotrop yang lebih dari satu atau campuran. Dengan bentuk yang berbeda-beda, akibatnya sifatnya pun berbeda-beda dan keterkaitan antara sifat dan bentuk alotropnya masih belum dapat dipahami.
Belerang telah ditemukan semenjak zaman prasejarah, namun hal tersebut belum diketahui pada tahun berapa. Kemudian pada tahun 1975, ahli kimia dari Universitas Pensilvania melaporkan pembuatan polimer belerang nitrida, yang memiliki sifat logam, meski tidak mengandung atom logam sama sekali. Zat ini memiliki sifat elektris dan optik yang tidak biasa.
Belerang dengan kemurnian 99.999+% sudah tersedia secara komersial.Belerang amorf atau belerang plastik diperoleh dengan pendinginan dari kristal secara mendadak dan cepat. Studi dengan sinar X menunjukkan bahwa belerang amorf memiliki struktur helik dengan delapan atom pada setiap spiralnya. Kristal belerang diduga terdiri dari bentuk cincin dengan delapan atom belerang, yang saling menguatkan sehingga memberikan pola sinar X yang normal.
Belerang memiliki sebelas isotop. Dari empat isotop yang ada di alam, tidak satupun yang bersifat radioaktif. Belerang dengan bentuk yang sangat halus, dikenal sebagai bunga belerang, dan diperoleh dengan cara sublimasi.
Senyawa organik yang mengandung belerang sangat penting. Kalsium sulfur, ammonium sulfat, karbon disulfida, belerang dioksida dan asam sulfida adalah beberapa senyawa di antara banyak senyawa belerang yang sangat penting.

Sifat fisik dan kimia

No. SIFAT NAMA UNSUR
Belerang
1. Lambang S
2. Nomor atom 16
3. Nomor massa (amu) 32,06
4. Konfigurasi elektron [Ne]
1s^2 2s^2
〖4p〗^4
5. Bentuk Padat
6. Jari-jari atom (Å) 105
7. Energi ionisasi (kJ/mol) 999,6
8. Titik leleh (°C) 112,8
9. Titik didih
(°C) 444,6
10. Warna kuning
11. Volum (cm^3/mol) 15,5
12. Kepadatan 2,07
13. Jumlah proton/ elektron 16
14. Jumlah neuron 16
15. Struktur kristal ortorombik
16. IUPAC 16
17. Golongan VI A
18. Periode 3
19. Klasifikasi non logam
20. Sifat megnetik diamagnetik
21. Elektronegatifas 2,58
22. Bilangan Oksidasi 2, 4, 6

Reaksi Belerang
1) Reaksi Belerang dengan unsur pada golongan I A

2M (l) + N (l) → M2N (l)

M merupakan unsur pada golongan I A dan N merupakan belerang.

2) Reaksi Belerang dengan unsur pada golongan II A

M (l) + N (l) → MN (l)

M merupakan unsur pada golongan II A dan N merupakan belerang.

3) Reaksi Belerang dengan unsur pada golongan III A

2M (l) + 3N (l) → M2N3 (l)

M merupakan unsur pada golongan III A dan N merupakan belerang.
4) Reaksi Belerang dengan unsur pada golongan I B

2M (l) + N (l) → M2N (l)

M (l) + N (l) → MN (l)

M merupakan unsur pada golongan I B dan N merupakan belerang.

5) Reaksi Belerang dengan unsur pada golongan II B

M (l) + N (l) → MN (l)

2M (l) + 3N (l) → M2N3 (l)

M merupakan unsur pada golongan II B dan N merupakan belerang.

6) Reaksi Belerang dengan unsur pada golongan VI B

M (l) + N (l) → MN (l)

2M (l) + 3N (l) → M2N3 (l)

M merupakan unsur pada golongan VI B dan N merupakan belerang.

7) Reaksi Belerang dengan unsur pada golongan VII B

2M (l) + 3N (l) → M2N3 (l)

M (l) + N (l) → MN (l)

M merupakan unsur pada golongan VII B dan N merupakan belerang.

8) Reaksi Belerang dengan unsur pada golongan VIII B

M (l) + N (l) → MN (l)

2M (l) + 3N (l) → M2N3 (l)

M merupakan unsur pada golongan VIII B dan N merupakan belerang.

D. Keberadaan di alam

  1. Belerang dapat terjadi secara alamiah di sekitar daerah pegunungan dan hutan tropis.
  2. Belerang yang berbentuk Sulfir dapat tersebar di alam sebagai pirit, galena, sinabar, stibnite, gipsum, garam epsom, selestit, barit dan lain-lain.
  3. Belerang dapat dihasilkan secara bebas dari sumber mata air hingga endapan garam yang melengkung sepanjang Lembah Gulf di Amerika Serikat yaitu dengan menggunakan proses Frasch, ketika air yang dipanaskan masuk ke dalam sumber mata air untuk mencairkan belerang, lalu kemudian belerang tersebut terbawa ke permukaan.
  4. Belerang juga terdapat pada gas alam dan minyak mentah.
E. Kegunaan

  1. Belerang dapat digunakan dalam pembuatann seperti : bubuk mesiu, korek api, insektisida, pupuk fosfat, kertas sulfit, dan fungisida.
  2. Digunakan dalam proses vulkanisasi karet alam
  3. Merupakan bahan utama dalam pembuatan asa sulfat yaitu bahan kimia yang sangat penting.
  4. Untuk mensterilkan alat pengasap.
  5. Untuk memutihkan buah kering.
  6. Merupakan insultor yang baik.
  7. Serta belerang adalah penyusun lemak, cairan tubuh dan mineral tulang, dalam kadar yang sedikit.

SELENIUM
Pengertian

Selenium adalah suatu unsur Kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Se dan nomor atom 34. Selenium berbentuk zat padat (solid) yang termasuk dalam bentuk non logam. Serta memiliki struktur kristal hexagonal.

Selenium ditemukan oleh Berzellius pada tahun 1817, yang menemukannya bergabung bersama tellurium (namanya diartikan sebagai bumi)
Selenium bisa didapatkan baik dalam struktur amorf maupun kristal. Selenium amorf bisa berwarna merah (bentuk serbuk) atau hitam (dalam bentuk seperti kaca).
Selenium berada dalam beberapa bentuk allotrop, walaupun hanya dikenal tiga bentuk. Selenium bisa didapatkan baik dalam struktur amorf maupun kristal. Selenium amorf bisa berwarna merah (bentuk serbuk) atau hitam (dalam bentuk seperti kaca). Selenium kristal monoklinik berwarna merah tua. Sedangkan selenium kristal heksagonal, yang merupakan jenis paling stabil, berwarna abu-abu metalik.
Selenium menunjukkan sifat fotovoltaik, yakni mengubah cahaya menjadi listrik, dan sifat fotokonduktif, yakni menunjukkan penurunan hambatan listrik dengan meningkatnya cahaya dari luar (menjadi penghantar listrik ketika terpapar cahaya dengan energi yang cukup). Sifat-sifat ini membuat selenium sangat berguna dalam produksi fotosel dan exposuremeter untuk tujuan fotografi, seperti sel matahari. Di bawah titik cairnya, selenium adalah semikonduktor tipe p dan memiliki banyak kegunaan dalam penerapan elektronik .
Selenium telah dikatakan non toksik, dan menjadi kebutuhan unsur yang penting dalam jumlah sedikit. Namun asam selenida dan senyawa selenium lainnya adalah racun, dan reaksi fisiologisnya menyerupai arsen.
Selenium di alam mengandung enam isotop stabil. Lima belas isotop lainnya pun telah dikenali. Unsur ini termasuk dalam golongan belerang dan menyerupai sifat belerang baik dalam ragam bentuknya dan senyawanya.
Asam selenida pada konsentrasi 1.5 ppm tidak boleh ada dalam tubuh manusia. Selenium dalam keadaan padat, dalam jumlah yang cukup dalam tanah, dapat memberikan dampak yang fatal pada tanaman pakan hewan. Terpapar dengan senyawa selenium di udara tidak boleh melebihi kadar 0.2 mg/m3 (selama 8 jam kerja perhari-40 jam seminggu).

Sifat fisik dan kimia

No. SIFAT NAMA UNSUR
Selenium
1. Lambang Se
2. Nomor atom 34
3. Nomor massa (amu) 78,94
4. Konfigurasi elektron [Ar]
3d^10 4s^2
〖4p〗^4
5. Bentuk padat
6. Jari-jari atom (Å) 120
7. Energi ionisasi (kJ/mol) 975,2
8. Titik leleh (°C) 217,01
9. Titik didih
(°C) 684,9
10. Warna abu-abu
11. Volum (cm^3/mol) 16,45
12. Kepadatan 4,79
13. Jumlah proton/ elektron 34
14. Jumlah neuron 45
15. Struktur kristal heksagonal
16. IUPAC 16
17. Golongan VI A
18. Periode 4
19. Klasifikasi non logam
20. Sifat megnetik diamagnetik
21. Elektronegatifas 2,55
22. Bilangan Oksidasi -2, 4, 6

Reaksi Selenium
1).Selenium dengan Kalkogen

Selenium bereaksi dengan unsur oksigen menghasilkan selenium dioksida ( SeO2):

Se + O2 → 8 SeO2

SeO2 dapat membentuk rantai polimer yang panjang. Selenium dioksida dapat beraksi air untuk membentuk asam selenit, h2seo3.

SeO2 + H2O → H2SeO3

Asam selenit dapat juga dibuat secara langsung dengan mereaksikan selenium dengan asam nitrat:

3 Se + 4 HNO3 → 3 H2SeO3 + 4 NO

Selenium dioksida dapat bereaksi dengan basa:

SeO2 + 2 NaOH → Na2SeO3 + H2O

Hidrogen Sulfida bereaksi dengan mengandung asam selenit menghasilkan selenium disulfida:

H2SeO3 + 2 H2S → SeS2 + 3 H2O

Selenium dioksida dapat beraksi hidrogen peroksida menghasilkan asam selenat
, H2SeO4 :

SeO2 + H2O2 → H2SeO4

Asam selenat bersifat korosif sehingga mampu untuk merusak emas, membentuk emas(III) selenat:

2Au + 6 H2SeO4 → Au2(SeO4)3 + 3 H2SeO3 + 3 H2O

2). Reaksi Selenium dengan Halogen

Selenium bereaksi dengan fluorin untuk membentuk selenium heksafluorida:

Se + 3F2 → SeF6

SeF6 merupakan racun yang dapat mengiritasi paru-paru. hal tersebut menyebabkan radang dingin (hipotermia) dan dapat menimbulkan iritasi yang parah jika terkena kulit.
Selenium bereaksi dengan bromin untuk membentuk heksabromida selenium:

Se(s) + 3Br2(g) SeBr6(g)

3) Reaksi Selenium dengan logam (Selenida)

Senyawa selenium dimana selenium mempunyai bilangan oksidasi −2. Sebagai contoh, reaksi dengan aluminum membentuk aluminum selenida. Berikut ini adalah reaksinya:

3Se + 2 Al → Al2Se3

4) Reaksi Selenium dengan Logam Besi

Se + Fe(s) SeFe

Selenida yang lain yaitu timbal selenida ( PbSe), seng selenida ( ZnSe) galium dan indium tembaga diselenide ( Cu(Ga,In)Se2). Galium indium tembaga diselenida ( Cu(Ga,In)Se2) merupakan suatu semikonduktor.
Selenium tidak bereaksi secara langsung dengan hidrogen; untuk mendapatkan hidrogen selenida. Maka selenium direaksikan dengan logam untuk menghasilkan suatu selenida, dan kemudian direaksikan dengan air untuk menghasilkan H2Se.
contohnya:

3 Se + 2 Al → Al2Se3

Al2Se3 + 6 H2O ⇌ 2 Al(OH)3 + 3 H2Se

5) Reaksi Selenium dengan senyawa lainnya

Selenium bereaksi dengan sianida untuk menghasilkan selenosianat. Sebagai contoh:

KCN + Se → KSeCN

Keberadaan di alam

  1. Selenium ditemukan dalam beberapa mineral yang cukup langka seperti kruksit dan klausthalit.
  2. Selenium dapat dihasilkan dari debu cerobong asap yang tersisa dari proses bijih tembaga sulfida.
  3. Serta dapat dihasilkan dari pemurnian kembali logam anoda dari proses elektrolisis tembaga.
  4. Selenium juga dapat diperoleh dari memanggang endapan hasil elektrolisis dengan soda atau asam sulfat, atau dengan meleburkan endapan tersebut dengan soda dan niter (mineral yang mengandung kalium nitrat).

Kegunaan

  1. Selenium dapat digunakan dalam xerografi, hyaitu untuk memperbanyak salinan dokumen, surat dan lain-lain.
  2. Merupakan bahan utama yang digunakan oleh industri kaca untuk membuat kaca.
  3. Berperan dalam pembuatan lapisan email gigi yang berwarna rubi.
  4. Juga digunakan sebagai tinta fotografi
  5. Dan sebagai bahan tambahan baja tahan karat.

TELURIUM
Pengertian

Telurium adalah suatu unsur Kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Te dan nomor atom 52. Merupakan zat padat (solid) yang termasuk dalam Metaloid dengan struktur kristal Hexagonal.
Telurium memiliki warna putih keperak-perakan, dan dalam keadaan murninya menunjukkan kilau logam. Cukup rapuh dan bisa dihaluskan dengan mudah.
Telurium ditemukan oleh Muller von Reichenstein pada tahun 1782 dan diberi nama oleh Klaproth, yang telah mengisolasinya pada tahun 1798.
Telurium memiliki warna putih keperak-perakan, dan dalam keadaan murninya menunjukkan kilau logam. Cukup rapuh dan bisa dihaluskan dengan mudah. Telurium amorf ditemukan dengan pengendapan telurium dari larutan asam tellurat. Apakah bentuk dari senyawa ini adalah amorf atau terbentuk dari kristal, masih menjadi bahan pertanyaan. Telurium adalah semikonduktor tipe-p, danmenunjukkan daya hantar yang lebih tinggi pada arah tertentu, tergantung pada sfat kerataan atom.
Daya hantarnya bertambah sedikit ketika unsur ini terpapar dengan sinar matahari. Telurium bisa diberi dopan perak, tembaga, emas, timah atau unsur lainnya. Di udara, telurium terbakar dengan nyala biru kehijau-hijauan, membentuk senyawa dioksida. Telurium cair mengkorosi besi, tembaga dan baja tahan karat.
Telurium dan senyawanya kemungkinan beracun dan harus ditangani dengan hati-hati. Hanya boleh terpapar dengan telurium dengan konsentrasi serendah 0.01 mg/m3, atau lebih rendah, dan pada konsentrasi ini telurium memiliki bau khas yang menyerupai bau bawang putih.
Ada 30 isotop telurium yang telah dikenali, dengan massa atom berkisar antara 108 hingga 137. Telurium di alam hanya terdiri dari delapan isotop.

Sifat fisik dan kimia

No. SIFAT NAMA UNSUR
Telurium
1. Lambang Te
2. Nomor atom 52
3. Nomor massa (amu) 127,6
4. Konfigurasi elektron [Kr]
4d^10 5s^2
〖5p〗^4
5. Bentuk Padat
6. Jari-jari atom (Å) 140
7. Energi ionisasi (kJ/mol) 901,01
8. Titik leleh (°C) 449,06
9. Titik didih
(°C) 989,8
10. Warna abu-abu
11. Volum (cm^3/mol) 20,5
12. Kepadatan 6,24
13. Jumlah proton/ elektron 52
14. Jumlah neuron 76
15. Struktur kristal Heksagonal
16. IUPAC 16
17. Golongan VI A
18. Periode 5
19. Klasifikasi semi logam
20. Sifat megnetik Diamagnetik
21. Elektronegatifas 2,1
22. Bilangan Oksidasi -2, 4, 6

Reaksi Telurium
Telurida

Telurida merupakan senyawa tellurium dimana telurium memiliki bilangan oksidasi -2, contohnya seng telurida (ZnTe), dibentuk melalui pemanasan telurium dengan seng.

Zn + Te → ZnTe

ZnTe dapat bereaksi dengan asam klorida menghasilkan hidrogen telurida (H2Te). Reaksinya yaitu:

ZnTe + 2 HCl → ZnCl2 + H2Te

2) Halida

Telurium heksafluorida paling sering dibuat dengan mereaksikan gas fluorin dengan telurium pada 150 ° C. Reaksinya yaitu:

Te + 3 F2 → TeF6

Telurium heksafluorida adalah gas tidak berwarna yang sangat beracun dengan bau seperti bawang putih.

3) Reaksi Telurium dengan Gas Klor

Reaksi antara tellurium dengan gas klor menghasilkan tellurium tetraklorida.

Te + 2 Cl2 → TeCl

Telurium tetraklorida adalah senyawa anorganik mudah menguap pada 200 ° C pada tekanan 0,1 mm Hg.
Dalam keadaan Kristal memiliki struktur berikut, Telurium juga dapat membentuk tetrahalida lainnya yaitu TeI4, dan TeBr4 dengan biloks +4.

4) Telurium dengan oksigen

Telurium dioksida terbentuk dengan memanaskan telurium di udara, menyebabkan telurium terbakar dengan nyala biru.

Te + O2 → TeO2

Telurium dioksida bereaksi dengan air yang membentuk asam tellurous (H2TeO3).

TeO2 + H2O → H2TeO3

D. Keberadaan di alam

  1. Telurium dapat ditemukan di alam bebas yaitu dengan bentuk sebagai senyawa tellurida dari emas (kalaverit) dan bergabung dengan logam lainnya.
  2. Telurium didapatkan secara bebas dari lumpur anoda yang dihasilkan selama proses pemurnian elektrolisis tembaga panas.
E. Kegunaan

  1. Digunakan untuk warna keramik.
  2. Dapat digunakan dalam produksi serat kaca untuk telekomunikasi.
  3. Campuran dari selenium dan telurium digunakan dengan peroksida barium sebagai oksidator dalam bubuk penundaan listrik ttutup peledak.
  4. Serta dapat digunakan dalam karet yang divulkanisir dengan telurium. Sehingga karet yang dihasilkan dengan cara ini menunjukkan resistensi panas ditingkatkan. 

POLONIUM
Pengertian

Polonium adalah suatu unsur Kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Po dan nomor atom 84.
Unsur radioaktif yang langka ini termasuk kelompok metaloid dengan memiliki sifat kimia yang mirip dengan Telurium dan Bismut.
Polonium, juga dikenal sebagai Radium F, adalah unsur pertama yang ditemukan oleh Mme. Curie pada tahun ketika sedang mencarip enyebab radioaktivitas pada mineral pitchblende (mineral uranium) dari Joachimsthal, Bohemia. Elektroskop menunjukkan pemisahannya dengan bismut.
Polonium 210 memiliki titik cair yang rendah, logam yang mudah menguap, dengan 50% polonium menguap di udara dalam 45 jam pada suhu 55oC. Merupakan pemancar alpha dengan masa paruh waktu 138.39 hari. Satu milligram memancarkan partikel alfa seperti 5 gram radium.
Energi yang dilepaskan dengan pancarannya sangat besar (140 W/gram); dengan sebuah kapsul yang mengandung setengah gram polonium mencapai suhu di atas 500oC. Kapsul ini juga menghasilkan sinar gamma dengan kecepatan dosisnya 0.012 Gy/jam. Sejumlah curie (1 curie = 3.7 x 1010Bq) polonium mengeluarkan kilau biru yang disebabkan eksitasi di sekitar gas.
Polonium mudah larut dalam asam encer, tapi hanya sedikit larut dalam basa. Garam polonium dari asam organik terbakar dengan cepat; halida amina dapat mereduksi nya menjadi logam.
Ada 25 isotop polonium yang diketahui, dengan massa atom berkisar dari 194 – 218. Polonium-210 adalah yang paling banyak tersedia. Isotop dengan massa 209 (masa paruh waktu 103 tahun) dan massa 208(masa paruh waktu 2.9 tahun) bisa didapatkan dengan menembakkan alfa, proton, atau deutron pada timbal atau bismut dalam siklotron, tapi proses ini terlalu mahal.
Logam polonium telah dibuat dari polonium hidroksida dan senyawa polonium dengan adanya ammonia cair anhidrat atau ammonia cair pekat. Diketahui ada dua modifikasi alotrop.
Polonium-210 sangat berbahaya untuk ditangani meski hanya sejumlah milligram atau mikrogram. Diperlukan peralatan khusus dan kontrol yang ketat untuk menanganinya. Kerusakan timbul dari penyerapan energi partikel alfa oleh jaringan makhluk hidup.
Batas penyerapan polonium maksimum lewat jalan pernafasan yang masih diizinkan hanya 0.03 mikrocurie, yang sebanding dengan berat hanya 6.8 x 10-12 gram. Tingkat toksisitas polonium ini sekitar 2.5 x 1011 kali daripada asam sianida. Sedangkan konsentrasi senyawa polonium yang terlarut yang masih diizinkan adalah maksimal 2 x 10-11 mikrocurie/cm3.

Sifat fisik dan kimia

No. SIFAT NAMA UNSUR
Polonium
1. Lambang Po
2. Nomor atom 84
3. Nomor massa (amu) 209,01
4. Konfigurasi elektron [Xe]
4f^14 5d^10
〖6s〗^2 〖6p〗^4
5. Bentuk padat
6. Jari-jari atom (Å) 168
7. Energi ionisasi (kJ/mol) 841,7
8. Titik leleh (°C) 254,02
9. Titik didih
(°C) 963,03
10. Warna belum diketahui
11. Volum (cm^3/mol) 22,23
12. Kepadatan 9,4
13. Jumlah proton/ elektron 84
14. Jumlah neuron 125
15. Struktur kristal monoklinik
16. IUPAC 16
17. Golongan VI A
18. Periode 6
19. Klasifikasi logam yang bersifat radioaktif
20. Sifat megnetik nonmagnetik
21. Elektronegatifas 2,01
22. Bilangan Oksidasi 2, 4

Reaksi Polonium

Polonium termasuk kedalam kelompok unsur radioaktif. Unsur radioaktif adalah kumpulan beragam proses di mana sebuah inti atom yang tidak stabil memancarkan partikel subatomik (partikel radiasi). Peluruhan terjadi pada sebuah nukleus induk dan menghasilkan sebuah nukleus anak. Ini adalah sebuah proses acak sehingga sulit untuk memprediksi peluruhan sebuah atom.
Satuan internasional (SI) untuk pengukuran peluruhan radioaktif adalah becquerel (Bq). Jika sebuah material radioaktif menghasilkan 1 buah kejadian peluruhan tiap 1 detik, maka dikatakan material tersebut mempunyai aktivitas 1 Bq. Karena biasanya sebuah sampel material radiaktif mengandung banyak atom,1 becquerel akan tampak sebagai tingkat aktivitas yang rendah; satuan yang biasa digunakan adalah dalam orde gigabecquerels.
Oleh karena itu unsur polonium sulit bereaksi dengan unsur lain, sebab setiap satu menit unsur polonium berubah menjadi unsur lain.

Keberadaan di alam

  1. Polonium adalah unsur alam yang sangat jarang. Dalam bijih uranium hanya mengandung sekitar 100 mikrogram unsur polonium per tonnya.
  2. Ketersediaan polonium hanya sekitar 0.2% dari radium.
  3. Para ahli menemukan bahwa ketika menembak bismut alam (209bi) dengan neutron, diperoleh 210bi yang merupakan induk polonium.
  4. Sejumlah milligram polonium dapat dihasilkan dengan menggunakan tembakan neutron berintensitas tinggi dalam reaktor nuklir.

Kegunaan

  1. Polonium dapat digunakan sebagai sumber panas yang ringan yaitu seperti sumber energi termoelektrik pada satelit angkasa.
  2. Polonium dapat dicampur atau dibentuk alloy dengan berilium untuk menghasilkan sumber neutron.
  3. Serta dapat digunakan dalam peralatan untuk menghilangkan muatan statis dalam pemintalan tekstil dan lain-lain.

UNUNHEXIUM
Pengertian

Pada tanggal 6 Desember 2000, para ilmuwan bekerja di Institut Bersama untuk Penelitian Nuklir di Dubna, Rusia, bersama dengan para ilmuwan dari Departemen Energi AS Lawrence Livermore National Laboratory , mengumumkan penciptaan ununhexium. Mereka menghasilkan ununhexium dengan membombardir atom curium -248 dengan ion kalsium -48. Ini ununhexium-292 diproduksi, sebuah isotop dengan paruh sekitar 0,6 milidetik (0,0006 detik), dan empat bebas neutron. Ununhexium paling stabil isotop , ununhexium-291, memiliki waktu paruh sekitar 18 milidetik. Ini meluruh menjadi ununquadium -287 melalui peluruhan alfa .
Ununhexium adalah nama sementara dari sintetik elemen superheavy dengan simbol Uuh sementara dan nomor atom 116. Tidak ada nama yang diusulkan meskipun moscovium (setelah Moskow Oblast di Rusia , di mana tempat penemuan, Dubna , terletak) telah dibahas di media. Hal ini ditempatkan sebagai anggota terberat kelompok 16 (VIA) meskipun isotop cukup stabil tidak diketahui pada saat ini untuk memungkinkan percobaan kimia untuk mengkonfirmasi posisinya sebagai homolog berat untuk polonium.
Ini pertama kali dideteksi pada 2000 dan sejak penemuan sekitar 30 atom ununhexium telah diproduksi, baik secara langsung atau sebagai produk pembusukan ununoctium , dan berkaitan dengan meluruh dari isotop tetangga empat dengan massa 290-293. Isotop yang paling stabil sampai saat ini adalah ununhexium-293 dengan paruh dari ~ 60 ms. Pada tanggal 19 Juli 2000, para ilmuwan di Dubna ( JINR ) mendeteksi peluruhan tunggal dari sebuah atom ununhexium berikut iradiasi target Cm-248 dengan ion Ca-48. Hasilnya diterbitkan pada bulan Desember, 2000. [1] Hal ini MeV 10,54 memancarkan alfa-kegiatan awalnya ditugaskan untuk 292 Uuh karena korelasi dari putri untuk sebelumnya ditetapkan 288 Uuq.
Namun, tugas yang kemudian diubah untuk 289 Uuq, dan karenanya kegiatan ini diubah menjadi 293 Sejalan Uuh. Dua atom lanjut dilaporkan oleh lembaga selama percobaan kedua mereka antara April-Mei 2001.



Dalam percobaan yang sama mereka juga mendeteksi sebuah rantai peluruhan yang berhubungan dengan peluruhan diamati pertama ununquadium dan ditugaskan untuk 289 Uuq. Kegiatan ini belum diamati lagi dalam pengulangan reaksi yang sama. Namun, deteksi dalam rangkaian percobaan menunjukkan kemungkinan peluruhan dari isomer dari ununhexium, Uuh yaitu 293b, atau cabang peluruhan langka isomer sudah ditemukan, 293a Uuh, di mana yang pertama partikel alpha itu meleset.
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menetapkan positif kegiatan ini. Tim mengulangi percobaan pada April-Mei 2005 dan terdeteksi 8 atom ununhexium. Dalam menjalankan ini, tim juga mengamati 292 Uuh dalam saluran 4n untuk pertama kalinya. Pada bulan Mei 2009, Partai Joint Working melaporkan penemuan copernicium dan mengakui penemuan isotop 283 Cn.
Ini penemuan tersirat de facto ununhexium, sebagai Uuh 291 (lihat di bawah), dari pengakuan dari data yang berhubungan dengan Cn 283 cucu, meskipun percobaan penemuan yang sebenarnya dapat ditentukan seperti yang diatas.
Pada tahun 2011, IUPAC mengevaluasi hasil tim Dubna dan menerima mereka sebagai identifikasi yang dapat diandalkan unsur 116. Ununhexium secara historis dikenal sebagai eka - polonium. Ununhexium (Uuh) adalah sementara IUPAC nama unsur sistematik . Para ilmuwan biasanya merujuk ke elemen yang hanya sebagai elemen 116 (atau E116).
Menurut rekomendasi IUPAC, penemu (s) dari sebuah elemen baru memiliki hak untuk mengusulkan nama. Penemuan ununhexium diakui oleh JWG IUPAC pada tanggal 1 Juni 2011, bersama dengan yang dari ununquadium. Menurut wakil direktur-dari JINR, tim Dubna ingin nama elemen 116 moscovium, setelah Moskow Oblast di mana Dubna terletak. GSI adalah untuk menjalankan sebuah eksperimen (24 Juni-25 Juli, 2010) untuk mempelajari pembentukan Uuh 293.292 dalam 248 Cm (48 Ca, xn) reaksi sebagai langkah pertama dalam program masa depan mereka dengan target 248 Cm, bertujuan menuju sintesis unbinilium. Tim di Dubna telah mengindikasikan rencana untuk mensintesis ununhexium menggunakan reaksi antara plutonium -244 dan titanium-50.
Percobaan ini akan memungkinkan mereka untuk menilai kelayakan dari penggunaan proyektil dengan Z> 20 diperlukan dalam sintesis unsur superheavy dengan Z> 118. Meskipun awalnya dijadwalkan untuk tahun 2008, reaksi sintesis melihat residu penguapan belum dilakukan sampai saat ini. Ada juga berencana untuk mengulangi Cm-248 reaksi pada energi proyektil yang berbeda dalam rangka untuk menyelidiki saluran 2n, yang mengarah ke yang baru isotop Uuh 294
Selain itu, mereka memiliki rencana masa depan untuk melengkapi fungsi eksitasi dari produk saluran 4n, Uuh 292, yang akan memungkinkan mereka untuk menilai efek stabilisasi dari shell = N 184 pada hasil residu penguapan.

Sifat fisik dan kimia

No. SIFAT NAMA UNSUR
Polonium
1. Lambang Po
2. Nomor atom 84
3. Nomor massa (amu) 209,01
4. Konfigurasi elektron [Xe]
4f^14 5d^10
〖6s〗^2 〖6p〗^4
5. Bentuk Padat
6. Jari-jari atom (Å) 168
7. Energi ionisasi (kJ/mol) 841,7
8. Titik leleh (°C) 254,02
9. Titik didih
(°C) 963,03
10. Warna belum diketahui
11. Volum (cm^3/mol) 22,23
12. Kepadatan 9,4
13. Jumlah proton/ elektron 84
14. Jumlah neuron 125
15. Struktur kristal Monoklinik
16. IUPAC 16
17. Golongan VI A
18. Periode 6
19. Klasifikasi logam yang bersifat radioaktif
20. Sifat megnetik nonmagnetik
21. Elektronegatifas 2,01
22. Bilangan Oksidasi 2, 4

Reaksi Ununhexium

Ununhexium termasuk kedalam kelompok unsur radioaktif. Unsur radioaktif adalah kumpulan beragam proses di mana sebuah inti atom yang tidak stabil memancarkan partikel subatomik (partikel radiasi). Peluruhan terjadi pada sebuah nukleus induk dan menghasilkan sebuah nukleus anak. Ini adalah sebuah proses acak sehingga sulit untuk memprediksi peluruhan sebuah atom.
Satuan internasional (SI) untuk pengukuran peluruhan radioaktif adalah becquerel (Bq). Jika sebuah material radioaktif menghasilkan 1 buah kejadian peluruhan tiap 1 detik, maka dikatakan material tersebut mempunyai aktivitas 1 Bq. Karena biasanya sebuah sampel material radiaktif mengandung banyak atom,1 becquerel akan tampak sebagai tingkat aktivitas yang rendah; satuan yang biasa digunakan adalah dalam orde gigabecquerels.
Oleh karena itu unsur unuhexium sulit bereaksi dengan unsur lain, sebab setiap satu menit unsur ununhexium berubah menjadi unsur lain.

Keberadaan di alam
  1. Semua unsur dengan nomor atom lebih besar dari 92 kecuali plutonium dan neptunium tidak ada yang ditemukan secara alami di bumi. Kesemua unsur tersebut merupakan radioaktif dengan waktu paruh lebih pendek dari umur bumi, sehingga atom-atom dari unsur-unsur ini jika pernah ada di Bumi telah lama meluruh. Unsur termasuk bahan radioaktif dan hanya ada selama satu detik sebelum berubah menjadi atom-atom yang lebih ringan.
  2. Unsur-unsur transuranium yang ditemukan di bumi sekarang ini merupakan hasil sintesis melalui reaktor nuklir atau pemercepat partikel.

Kegunaan

  1. Dapat memantulkan sinar yang datang dengan panjang gelombang dan frekuensi yang sama sehingga logam terlihat lebih mengkilat.
  2. Dapat menghantarkan panas ketika dikenai sinar matahari, sehingga logam akan sangat panas (terbakar). Energi panas diteruskan oleh elektron sebagai akibat dari penambahan energi kinetik. Hal ini menyebabkan elektron bergerak lebih cepat. Energi panas ditransferkan melintasi logam yang diam melalui elektron yang bergerak.
  3. Meabilitas, yaitu kemampuan logam untuk ditempa atau diubah menjadi bentuk lembaran.
  4. Duktilitas yaitu kemampuan logam dirubah menjadi kawat dengan sifatnya yang mudah meregang jika ditarik.
  5. Dapat menimbulkan suara yang nyaring jika dipukul, sehingga dapat digunakan dalam pembuatan bel atau lonceng.
  6. Dapat ditarik magnet, sehingga logam disebut diamagnetik, misalnya besi.

BAB III
PENUTUP

  1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil diskusi tentang unsur-unsur golongan VI A (Oksigen), dapat disimpulkan bahwa :
Unsur-unsur pada golongan VI A atau disebut juga golongan Oksigen adalah unsurnya memiliki elektron valensi berjumlah 6.
Titik didih unsur-unsur pada golongan VI A dari atas (oksigen) ke bawah (polonium) yaitu semakin besar.
Titik lebur unsur-unsur pada golongan VI A atas (oksigen) ke bawah (polonium) yaitu semakin besar.
Massa jenis unsur-unsur pada golongan VI A atas (oksigen) ke bawah (polonium) yaitu semakin besar.
Unsur-unsur pada golongan VI A mempunyai biloks yang hampir sama yaitu -2, 4, dan 6.
Unsur-unsur pada golongan VI A mempunyai berakhir pada kulit np4.
Unsur-unsur pada golongan VI A memiliki sifat dan karakteristik yang berbeda-beda dalam aspek pengertian, sifat fisik dan kimia, keberadaan di alam dan kegunaan.

  1. Saran
Sebelum mengerjakan makalah ini, alangkah lebih baiknya terlebih dahulu memahami tentang materi unsur-unsur pada golongan VI A agar lebih mudah untuk dikerjakan.
Buatlah sebuah peta konsep tentang unsur-unsur pada golongan VI A agar lebih mudah untuk dipahami.

 


DAFTAR PUSTAKA

Anshory, Irfan dan Achmad, Hiskia. 2000. KIMIA SMU untuk kelas 3. Bandung : Erlangga.
Sudarmo, unggul. 2006. KIMIA untuk kelas XII. Jakarta : Phibeta.
Hidayat, Jamiludin. 2007. KIMIA untuk SMA/MA kelas XII. Ciamis : CV Arya Duta.
Justiana, sandri dan Muchtaridi. 2009. KIMIA 3 SMA kelas XII. Jakarta : Yudistira.
Justiana, sandri dan Muchtaridi. 2009. KIMIA 1 SMA kelas X. Jakarta : Yudistira.
Martin, John. “Tabel Periodik”. www.wikipedia.co.id/oksigen/(diakses pada tanggal 15 oktober 2011).
__________. “Tabel Periodik”. www.wikipedia.co.id/belerang/(diakses pada tanggal 15 oktober 2011).
__________. “Tabel Periodik”. www.wikipedia.co.id/selenium/(diakses pada tanggal 15 oktober 2011).
__________. “Tabel Periodik”. www.wikipedia.co.id/telurium/(diakses pada tanggal 15 oktober 2011).
__________. “Tabel Periodik”. www.wikipedia.co.id/polonium/(diakses pada tanggal 15 oktober 2011).
__________. “Tabel Periodik”. www.wikipedia.co.id/ununhexium/(diakses pada tanggal 15 oktober 2011).
Hasan,Muhammad. “Kimia Unsur”. www.chem-is-try.org/tabel_periodik/oksigen/(diakses pada tanggal 15 Oktober 2011).
_______________. “Kimia Unsur”. www.chem-is-try.org/tabel_periodik/belerang/(diakses pada tanggal 15 Oktober 2011).
_______________. “Kimia Unsur”. www.chem-is-try.org/tabel_periodik/selenium/(diakses pada tanggal 15 Oktober 2011).
_______________. “Kimia Unsur”. www.chem-is-try.org/tabel_periodik/telurium/(diakses pada tanggal 15 Oktober 2011).
_______________. “Kimia Unsur”. www.chem-is-try.org/tabel_periodik/polonium/(diakses pada tanggal 15 Oktober 2011).
_______________.“Kimia Unsur”. www.chem-is-try.org/tabel_periodik/ununhexium/(diakses pada tanggal 15 Oktober 2011).





0 komentar:

Poskan Komentar